Strategi Trend Following Trading Forex Mudah Dengan Moving Average

Trend trading adalah trending mengikuti trend pasar yang sedang terjadi. Dalam trading forex, trend biasanya ditentukan pada time frame yang lebih besar misalnya H4 hingga daily untuk menentukan major trendnya. Setelah itu turun ke timeframe yang lebih kecil H1, M30 dan M15 untuk mencari posisi yang bagus untuk entry sesuai arah trend yang ada di timeframe besar.

Strategi Trend Following Trading Forex Mudah Dengan Moving Average

Tulisan ini saya buat ketika saya menonton salah satu video Astronacci di YouTube mengenai trading trend following dengan menggunakan Moving Average, Stochastic dan timeframe yang berbeda, videonya dapat ditonton di bawah ini.

Jadi setelah menonton video tersebut saya membuatnya menjadi artikel berdasarkan apa yang saya tangkap. Berikut ini rangkumannya.

Mengidentifikasi Trend


Jadi hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi trend pada time frame besar, minimal H4.
Dengan menggunakan Dow Theory, uptrend ditandai dengan higher high dan higher low sedang kan downtrend ditandai dengan lower high dan lower low. Selain menggunakan Dow Theory, trend juga dapat ditentukan dengan Moving Average seperti pada video di atas, dua buah MA yang digunakan yaitu Exponential Moving Average periode 21 dan 34. Untuk menentukan trend yaitu ketika 2 buah MA berpotongan. Uptrend ketika MA periode cepat memotong MA periode lambat dari bawah ke atas dan sebaliknya downtrend ketika MA periode cepat memotong MA periode lambat dari atas ke bawah.


uptrend and downtrend


death cross moving average

Persilangan MA periode cepat dari atas ke bawah juga disebut dengan Death Cross
golden cross moving average
Persilangan MA cepat dari bawah ke atas disebut dengan Golden Cross

Wow semudah ya, terkadang ketika market trending dengan kekuatan yang sangat kuat harga cenderung bergerak 1 arah saja tanpa ada koreksi dan pullback seperti pada contoh chart NZD/USD Golden Cross di atas, kalau dari Dow Theory kondisi Uptrend tidak terpenuhi karena tidak adanya higher high dan lower high, tetapi dengan bantuan Moving Average kita dapat tahu bahwa itu adalah uptrend

Kenapa identifikasi trend ini harus di time frame yang besar? Karena efeknya lama, persilangan MA di time frame besar kemungkinan akan berlangsung lama efeknya, jadi memungkinkan kita untuk mencari posisi buy yang tepat pada time frame yang lebih kecil.

Tapi,,,

Hati-hati, Anda jangan senang dulu kalau melihat MA sudah crossing, karena bisa saja fake. Fake yaitu efek yang tidak berlangsung lama. Dan ketika MA sudah crossing tetapi efek nya tajam yaitu harga spike sangat jauh dari MA, anda juga harus berhati-hati untuk entry, karena bisa saja harga akan koreksi dulu kembali mendekati MA.
false break moving average
Contoh Fake / False break pada MA
deathcross MA but price gone too far
Contoh perpotongan 2 MA, death cross tetapi candlestick penutupannya terlalu jauh sehingga harga mengalami koreksi
Equal high, equal low, dan MA yang saling menyatu juga menandakan market sedang trendless atau sideways.

Menentukan Momentum untuk Masuk Pasar


Setelah mengidentifikasikan trend pada time frame besar, selanjutnya kita harus tahu momen untuk masuk pasar, yaitu dengan melihat pada time frame yang lebih kecil seperti H1, atau M30 dan M15. dengan patokan kita harus entry sesuai arah trend besar pada time frame besar tadi, contoh H4. Berdasarkan Dow Theory, trend ada yang disebut dengan Trend Besar atau Major Trend dan trend kecil Minor Trend. Jadi patokan kita adalah trend besar, dan mengabaikan semua trend pada time frame yang lebih kecil dengan asumsi trend-trend kecil tersebut adalah koreksi pada major trend.

Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan momentum adalah Stochastic Oscillator. Ada dua cara penggunaan Stochastic yaitu menggunakannya untuk mengetahui market sudah overbought dan oversold, dan menggunakannya untuk mengidentifikasi divergence. Pengaturan yang digunakan adalah standar yaitu 5,3,3

overbought and oversold


Pada saat uptrend maka sebaiknya mencari momen masuk pasar ketika Stochastic oversold pada timeframe yang lebih kecil. Sebaliknya ketika downtrend, cari momen untuk masuk pasar ketika Stochastic berada pada level overbought.

Teori kedua penggunaan Stochastic yaitu divergence. Ketika trend sudah di analisa pada time frame yang besar, maka anda bisa gunakan sinyal hidden divergence pada time frame yang lebih kecil untuk entry pasar sesuai dengan arah trend. Yang digunakan adalah hidden divergence bukan regular divergence, karena regular divergence digunakan untuk sinyal reversal kecuali anda menemukan regular divergence pada time frame yang lebih tinggi yang menjadi patokan untuk arah trend, anda bisa membuka posisi yang berlawanan arah pada time frame yang lebih kecil.

Contoh penggunaan sinyal oversold pada market yang sedang uptrend.
Contoh penggunaan sinyal oversold pada market yang sedang uptrend.
Contoh penggunaan sinyal overbought pada market yang sedang downtrend
Contoh penggunaan sinyal overbought pada market yang sedang downtrend

Hidden Divergence pada Stochastic Oscillator


Bearish Hidden Divergence
Bearish Hidden Divergence Stochastic

Bullish Hidden Divergence
Bullish Hidden Divergence Stochastic

Kesimpulan

Jadi sebelum entry, pastikan anda tau trend jangka menengah atau major trend dulu di time frame besar seperti H4 atau Daily.

Menggunakan indikator berjenis Oscillator seperti Stochastic untuk menentukan momentum yang baik untuk masuk pasar dengan sinyal-sinyal overbought, oversold, dan divergence.

Demikianlah artikel mengenai trend following trading forex berdasarkan apa yang telah admin rangkum dan admin tambahkan melalui sumber-sumber yang ada di internet, apabila ada pertanyaan, saran, dan masukan jangan ragu untuk memberikan komentarnya. Terima kasih sudah membaca artikel dari blog Traeducation.

0 Response to "Strategi Trend Following Trading Forex Mudah Dengan Moving Average"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel