Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5

MQL5.com adalah situs yang disediakan oleh MetaQuotes Software Corp. sebagai layanan social trading, yaitu layanan yang memungkinkan trader menyalin posisi trader lain yang profitable, istilah lainnya adalah copy trading. Fitur yang disediakan di MQL5 ini sangat lengkap karena memang ditujukan untuk mengevaluasi kualitas trading seorang trader sebagai bahan pertimbangan calon investor/calon penyalin. Cara paling mudah menilai kualitas sebuah sinyal trading adalah dengan melihat total growth di akun penyedia sinyal dan melihat reliabilitas sinyalnya.

Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5
Gambar di atas adalah rank teratas dari penyedia sinyal yang bagus, bisa dilihat dari pertumbuhan akunnya dan reliability yang berwarna hijau.

Tetapi sebenarnya tidak cukup hanya melihat dari total growth dan reliabilitynya saja, sebaiknya kita melihat ke detail statistik tradingnya. Ada banyak data trading yang ditampilkan, yang sebenarnya tidak semuanya penting, untuk menilai kualitas sebuah sinyal, anda cukup fokus ke 4 hal ini saja selain trading growth dan reliability. 4 hal yang harus diperhatikan adalah:
1. Trading Activity
2. Grafik Drawdown.
3. Deposit Load Chart.
4. MFE dan MAE Distribution.

Trading Activity

Waktu trading ditentukan oleh rule yang digunakan oleh penyedia sinyal. Strategi long-term biasanya dapat membuka posisi hingga berminggu-minggu, sedangkan scalper biasanya membuka posisi hanya beberapa menit hingga beberapa jam.
Trading Activity
Trading Activity ditampilkan dalam bentuk persentase dari total waktu ketika ada posisi terbuka dalam akun trading. Jika angkanya mendekati 100%, itu artinya pada akun tersebut hampir selalu ada posisi yang terbuka yang juga berarti modal subscriber juga terancam kepada resiko karena posisi yang selalu terbuka tadi. Contohnya saja ketika ada posisi yang selalu terbuka, tiba-tiba ada news lalu membuat harga bergerak signifikan, maka subscriber dapat mengalami loss yang besar, dan lebih berbahaya lagi kalau sinyalnya tidak disertai dengan Stop Loss.

Anda mungkin bertanya, trading seperti apa yang aktivitas tradingnya bisa mendekati 100%? Trading dengan sistem martingale seperti grid trading dengan teknik averaging membuat akun trader selalu memiliki posisi terbuka sepanjang waktu selama belum clear ketika masih mengalami floating minus.

Aktivitas trading yang tinggi ini patut anda curigai karena penyedia sinyal bisa saja melakukan averaging yang resikonya besar karena setiap saat selalu ada posisi yang terbuka sepanjang waktu. Karena averaging dapat menyebabkan margin call dan stop out.

Di sisi lain jika trading activity rendah, itu menandakan bahwa trader tersebut adalah seorang scalper. Scalper biasanya masuk pasar dalam waktu yang sangat singkat, hanya dalam hitungan menit hingga hitungan jam. Anda mungkin mengira bahwa itu bagus, karena trader itu scalper keluar masuk pasar dengan cepat, tapi perlu hati-hati juga karena seorang scalper ingin mencari keuntungan dengan waktu yang singkat, seorang scalper dapat menerapkan resiko yang tinggi di setiap posisinya bahkan ada yang tidak menggunakan stop loss juga.

Lalu yang idealnya sebaiknya cari yang tengah-tengah, yaitu sekitar 50%, artinya trader tersebut bukan yang menahan posisi terus-menerus dan bukan juga seorang scalper, tetapi jika trading activity tinggi dan setiap waktu posisi yang floating profit maka itu bagus, karena trader tersebut biasanya membiarkan profit sampai terkena take profit atau sampai profit sebanyak berapapun yg dia inginkan.

Drawdown Chart


Saldo akun dan modal dipantau sejak pertama kali sinyal dibuat, perbedaan antara modal akun dan balance akun akan bernilai positif jika menunjukkan floating profit dan akan bernilai negatif jika menunjukkan floating minus. Nah yang negatif inilah yang disebut dengan drawdown. Drawdown ini ada 2 jenis, yaitu drawdown berdasarkan balance dan berdasarkan equity. Berdasarkan balance ketika ada posisi terbuka, dan posisi-posisi anda sempat mengalami minus sebelum akhirnya profit, sedangkan kalau drawdown berdasarkan equity, adalah drawdown yang ketika di awal trading, anda mengalami lose streak yaitu banyak posisi yang terkena SL atau anda cutloss sehingga anda mengalami drawdown sebelum posisi berikutnya profit.. Perlu diingat bahwa semakin besar drawdown, berarti anda perlu menyediakan modal yg cukup dan mampu menutup drawdown tersebut sebelum posisi berikut nya profit.
equity chart
equity chart

drawdown chart
drawdown chart
Gambar di atas adalah trader dengan trading activity yang ideal dan juga dengan drawdown yang sangat kecil. Drawdown terbesar yang pernah di alami adalah pada September 2018 yaitu sebesar 27%.


Deposit Load Chart

Hal berikutnya yang harus diperhatikan untuk mengevaluasi sinyal trading adalah Deposit Load Chart. Grafik ini menunjukkan berapa margin terbesar yang pernah digunakan untuk membuka posisi. Bagian ini cukup penting karena berkaitan dengan risk management, itulah juga sebabnya bagian grafik deposit load berada di tab risk.

Deposit Load = Margin / Equity * 100%

Contoh, jika modal akun $10,000 dan margin yang diperlukan untuk membuka posisi adalah $5000, maka deposit load adalah 50%, yang artinya trader tersebut menggunakan setengah dari modalnya sebagai margin untuk membuka posisi. Margin tergantung dari leverage, sebab semakin kecil leverage, maka akan semakin kecil margin yang dibutuhkan untuk membuka satu posisi. Akun dengan leverage 1:500 kebutuhannya akan 5x lebih kecil dibandingkan dengan akun leverage 1:100. Pada gambar di atas sinyal trading tersebut menggunakan leverage yang kecil yaitu 1:50 jadi wajar deposit loadnya juga kecil, karena kebutuhan margin yang besar trader tersebut tidak bisa membuka posisi yang banyak dengan volume yang besar, dari segi risk trader tersebut merupakan trader yang mengelola resiko dengan sangat baik dengan tidak menggunakan leverage yang besar.
Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5
Tetapi harus berhati-hati juga, apabila history max deposit load pernah mencapai 90% artinya trader tersebut hampir MC karena menggunakan margin 90% untuk membuka posisi, artinya margin bebas dia juga tinggal sedikit. Jadi pada saat deposit load yang tinggi, trader tersebut sempat membuka banyak posisi yang menggunakan margin mencapai 90% dari modalnya.
Sebenarnya anda bisa membatasi deposit load pada akun anda ketika mengcopy sinyal dari trader tersebut dengan melakukan pengaturan pada MetaTrader 4 seperti gambar di bawah ini.

Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5

MAE and MFE Distribution

Nah ini yang penting, resiko trader ditampilkan dalam chart deposit load, dan di bawahnya ada grafik MAE dan MFE. MFE dan MAE merupakan kalkulasi matematika dalam trading yang detailnya ada di sini.

Karena penjelasannya panjang, saya cuma jelaskan secara singkat. Perhatikan gambar di bawah ini.
Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5
Semakin banyak titik hijau pada grafik MFE, itu artinya trader tersebut tidak menggunakan take profit dan menggunakan prinsip let profit run. Sedangkan semakin banyak titik merah pada grafik MAE, itu artinya trader tersebut sangat jarang menggunakan stop loss. Trading tanpa stop loss adalah berbahaya karena tidak ada batasan resiko yang jelas.

Kesimpulan

Berdasarkan 4 kriteria di atas, anda sudah dapat menilai kulitas portfolio sinyal trading yang baik. Sinyal dengan trading activity yang sangan rendah (<5%) juga dapat menjadi masalah, karena artinya trader tersebut sangat jarang membuka posisi/masuk pasar, bahkan dalam sebulan bisa saa dia hanya 1 atau 2x saja masuk pasar sehingga keuntungan per bulan belum tentu akan menutupi biaya langganan sinyal (karena layanan copy trade di MQL5 tidak ada yang gratis kecuali akun demo).

Drawdown yang tinggi juga menandakan potensi keuntungan yang tinggi tetapi sebanding dengan resiko yang juga meningkat.

Deposit load yang tinggi terutama dengan leverage yang besar pada akun penyedia sinyal akan membuat akun penyalin menjadi loss jika leveragenya kecil/tidak sama, karena akun penyalin tidak memiliki cukup margin untuk membuka posisi. Itulah sebabnya leverage akun penyedia sinyal dan akun penyalin harus sama.

Grafik MFE dan MAE dapat digunakan untuk melihat seberapa sering trader penyedia sinyal tersebut menggunakan take profit dan stop loss.

Demikianlah artikel trading mengenai cara mengevaluasi sinyal trading di MQL5. Semoga artikel ini bermanfaat terutama bagi anda yang ingin menyalin trade dari trader yang sudah konsisten profit..



0 Response to "Cara Mudah Menilai Kualitas Sinyal Trading di Situs MQL5"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel