Strategi Trading dengan Indikator Accelerator Oscillator

Indikator Accelerator Oscillator adalah indikator yang dibuat oleh Bill William, indikator ini digunakan untuk mengkur driving force dari sebuah market. Pada artikel sebelumnya, saya sudah pernah menulis artikel mengenai indikator ini yang dapat dibaca di Indikator Accelerator/Decelerator Oscillator (AC).

Sekarang pada artikel ini saya akan memberikan sebuah strategi trading menggunakan indikator A/C yang kita kombinasikan dengan beberapa indikator lain.

Pair/Instrumen: EURUSD, GBPUSD, WTI, GOLD, USDJPY, dll
Time frame : H1-Daily
Trading Session: Eropa / Amerika (jika menggunakan time frame H1)

Indikator:
Accelerator/Decelerator Oscillator
EMA Periode 13
Ichimoku Kinko Hyo
RSI 13
RSI 3

Baik, sebelum masuk ke rule, usahakan anda menerapkan strategi ini sesuai dengan arah trend, tetapi jika mau melawan trend silakan yang penting ada stop loss. Strategi ini sebaiknya mengikuti trend pada time frame yang digunakan, makanya saya memakai indikator Exponential Moving Average periode 13 untuk melihat trend, dan juga Ichimoku Kinko Hyo, apabila harga di bawah cloud (kumo) maka perspektif saya bearish, dan jika berada di atas cloud, maka market saya anggap bullish. Sedangkan untuk trend itu sendiri definisinya adalah dari high dan low, sebuah up trend jika terbentuk HIGHER HIGH dan HIGHER LOW dan down trend jika market terbentuk LOWER LOW dan LOWER HIGH. Harap diingat dengan baik, karena dari MA kita tidak dapat langsung menyebut market sedang trend, karna jika tidak ada swing HH HL tadi maka market bukan trending, karena bisa saja sedang sideways. Dan jika sideways, maka strategi ini kurang bagus, karena strategi ini adalah trend following.

Pertama tambahkan semua indikator di atas ke dalam chart anda, dan kedua RSI pada 1 sub window. Seperti gambar di bawah ini.


Untuk menambahkan 2 RSI di satu sub window, anda harus drag RSI dari panel navigator di sebelah kiri (Indikator > Oscillator > RSI) ke sub windows RSI. Jika kesulitan, nanti anda bisa mendownload template trading di akhir artikel ini.

Jadi rulenya adalah kita mencoba entry ketika terjadi pullback pada market yang sedang trending.
Pullback adalah kondisi ketika market mencoba berbalik arah atau melawan trend sebelumnya tetapi kemudian berbalik arah lagi mengikuti arah trend sebelumnya.

Indikator AC
Untuk indikator AC, rule buy dan sell seperti pada gambar di bawah ini.

Buy
Sinyal sell
Untuk setup buy pada AC, 1 bar merah diikuti oleh 2 bar biru (warna bar dapat anda atur sendiri)

Sell
Sinyal sell
Untuk setup sell pada AC, 1 bar biru diikuti oleh 2 bar merah seperti gambar di atas.

Jika bar 1 di atas 0 dan bar kedua bar berikutnya di bawah 0, juga tetap dianggap sinyal sell, begitu juga sebaliknya untuk buy, lihat gambar di bawah.
Sinyal sell
Sinyal buy
jadi intinya 1 bar diikuti oleh 2 bar dengan warna yang berbeda dari bar pertama, itulah sinyalnya.

Nah, selanjutnya kita gunakan indikator RSI tadi sebagai konfirmasi, yaitu ketika RSI (3) crossing RSI (13), jika RSI (3) crossing ke atas RSI (13) maka itu adalah sinyal buy, dan jika RSI (3) crossing ke bawah RSI (13) itu adalah sinyal sell. detail nilai RSI juga dapat dilihat pada data window.

Data Windows itu adalah jendela yang menampilkan nilai-nilai indikator, jadi ketika RSI 3 crossing ke bawah RSI 13, berarti nilai RSI 3 lebih rendah daripada RSI 13, dan jika RSI 3 crossing ke atas RSI 13 berarti nilai RSI 3 lebih besar daripada RSI 13, nah nilai ini dapat dilihat pada Data Window dengan mengarahkan crosshair tool ke candlestick tepat ketika RSI crossing.

Untuk menampilkan Data Window, caranya klik View > Data Window atau tekan shortcut CTRL+D. Untuk menampilkan latest data, klik kanan pada Data Window dan klik Last Data, kolom pertama adalah Last Data, dan kolom kedua adalah data ketika kita mengarahkan kursor mouse atau crosshair.
Jadi itulah pentingnya Data Window untuk menampilkan nilai-nilai data dari candlestick dan indikator yang digunakan.

Setelah menjelaskan semua indikator di atas, mari kita menggabungkannya untuk menghasilkan sebuah trading system.

Langkah-langkah
1. Identifikasi trend yang sedang terjadi, jika sideways, sebaiknya jangan entry dulu
2. Periksa apakah indikator AC memberikan setup sinyal
3. Periksa apakah RSI memberikan konfirmasi.

Contoh Buy

1. Harga di atas awan ichimoku, bullish
2. Up trend (higher high, higher low)
3. RSI 3 crossing ke atas RSI 13
4. AC 1 bar merah diikuti oleh 2 bar berwarna biru.
5. Segera exit ketika muncul sinyal sell.
6. Tempatkan di bawah awan atau di support terdekat
7. Selalu ingat risk (sesuaikan lot dengan risk), Money Management.

Contoh di atas jika menggunakan RR 1:3 tidak kena jika memasang TP 3, tetapi kita segera exit jika memang market sudah tidak melanjutkan trend nya jangan nunggu sampai kena TP 3 tadi. Untuk sell saya rasa anda sudah bisa mencoba membalik rule di atas, jadi coba latihlah untuk menemukan setup sell nya..

Download Template
Box.com

Disclaimer
Ingat selalu coba sebuah strategi pada demo akun terlebih dahulu, dan selalu terapkan money management yang baik dan benar. Artikel ini hanya untuk edukasi semata, tidak ada rekomendasi apapun untuk trading, semua keputusan entry berada di tangan anda sendiri.

0 Response to "Strategi Trading dengan Indikator Accelerator Oscillator"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel