Parabolic SAR dan Stochastic Dapat Menyelamatkan Dari Badai Floating

Halo trader di mana pun anda berada, pada Jumat ini saya kembali memberikan update artikel mengenai analisa teknikal dalam dunia trading. Artikel kali ini membahas tentang indikator Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse) dan Stochastic. Menariknya hari Jumat malam ini ketika artikel ini ditulis, data NFP (Non-Farm Payroll) telah dirilis. Non-Farm Payroll adalah data ekonomi Amerika Serikat yang mengukur tingkat perubahan tenaga kerja di bidang non pertanian untuk bulan sebelumnya, data ini dirilis rutin setiap hari Jumat pada minggu pertama setiap awal bulan. Non-farm Payroll beruhubungan dengan pembukaan lapangan pekerjaan di bidang non pertanian sehingga merupakan indikator utama untuk daya beli konsumen. NFP merupakan leading indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika NFP mengalami peningkatan pada bulan lalu, berarti kondisi negara Amerika Serikat sedang bagus, jika mengalami penurunan apalagi menurun sangat tajam, maka kondisi ekonomi AS pada bulan lalu kurang bagus.

www.forexfactory.com
Data yang rilis pada bulan ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, yaitu dari 72000 meningkat menjadi 224rb, jelas ini adalah data positif untuk AS dan data positif untuk mata uang USD.

Nah, di atas adalah sekilas tentang analisa fundamental untuk hari ini sebelum kita lanjut ke bagian teknikal.

Indikator yang di bahas kali ini adalah Parabolic SAR dan Stochastic.

Indikator Parabolic SAR dapat menunjukkan trend yang terjadi dan dapat berfungsi juga sebagai trailing stop loss (stop diletakan pada titik-titik Parabolic SAR).

Stochastic adalah indikator berjenis oscillator yang dapat menunjukkan momentum perubahan trend, dari sinyal-sinyal divergence dan juga level-level overbought dan oversold.

Jika Parabolic SAR sedang berada di bawah candlestick, pada dasarnya trend sedang up dan kita fokus mencari sinyal buy, jika Parabolic SAR di atas candlestick, pada dasarnya kita mencari sinyal untuk sell, atau bisa juga trend sedang down. Tetapi hati-hati jika market sedang sideways karena parabolic sar kurang begitu efektif, itu sebabnya indikator ini nanti kita kombinasikan dengan Stochastic Oscillator.

Stochastic Oscillator memiliki 2 area yaitu 0-20 merupakan zona oversold, dan 80-100 merupakan zona overbought. Perlu dicatat, bahwa ketika Stochastic sedang berada dalam keadaan OB atau OS, harga belum tentu akan langsung berbalik arah. Pada kondisi oversold bisa saja pada saat itu sedang banyak sekali seller sehingga Stochastic dapat berada dalam kondisi oversold dalam waktu yang lama, dan begitu juga sebaliknya ketika Stochastic sedang overbought bisa saja pada saat itu banyak buyer, sehingga Stochastic berada dalam kondisi overbought dalam waktu yang lama.

Jika harga melintasi garis Parabolic SAR yang ditunjukkan oleh titik-titik (dot), maka titik Parabolic SAR akan berpindah posisinya. Jika cross dari bawah ke atas, titik SAR akan berada di bawah candlestick dan jika cross dari atas ke bawah, titik Parabolic SAR akan berada di atas candlestick. Ketika Parabolic SAR berubah arah, itu merupakan sinyal akhir dari trend sebelumnya, sinyal koreksi atau bisa juga trend berganti tanpa koreksi terlebih dahulu. Keunggulan Parabolic SAR juga dapat digunakan sebagai trailing stop loss.

Dari Parabolic SAR ini kita dapat menggabungkannya dengan Stochastic Oscillator untuk menjadi sebuah trading system. Seperti biasa, time frame yang digunakan adalah daily time frame.

Parameter

Time frame: Daily
Indikator: Parabolic SAR setting default, garis ditebalkan agar titik mudah terlihat.
Stochastic default, 5,3,3.
Anda dapat menambahkan Williams' Percent Range periode 5 untuk mencari sinyal ketika market sideways.

Cara menebalkan titik Parabolic SAR lihat gambar di bawah ini (MetaTrader 4)

Rule Buy

1. Muncul titik Parabolic SAR pertama di bawah candlestick.
2. Stochastic berada pada kondisi oversold, atau mulai meninggalkan area oversold, atau sedang berada di zona overbought. Stochastic yang baru crossing garis sinyal juga bisa digunakan sebagai sinyal.
3. Jika candlestick masih belum close, maka tunggu sampai besok, ketika market Asia open, closing candlestick sangat penting agar titik Parabolic SAR tadi tidak repaint. Jadi kita entry tepat pada harga open di hari berikutnya.

Contoh sinyal pada gambar di bawah ini.


Rule Sell

1. Muncul titik Parabolic SAR pertama di atas candlestick.
2. Stochastic berada pada kondisi overbought, atau mulai meninggalkan area overbought, atau sedang berada di zona oversold. Stochastic yang baru crossing garis sinyal juga bisa digunakan sebagai sinyal.
3. Jika candlestick masih belum close, maka tunggu sampai besok, ketika market Asia open, closing candlestick sangat penting agar titik Parabolic SAR tadi tidak repaint. Jadi kita entry tepat pada harga open di hari berikutnya.



Rule di atas adalah untuk market yang sedang trending, karena ketika Stochastic sedang berada pada kondisi overbought kita juga masih mencari sinyal buy apabila titik parabolic sar masih berada di bawah candlestick, sebaliknya untuk downtrend, ketika Stochastic oversold, kita juga mencari sinyal sell ketika parabolic sar masih berada di atas candlestick.

Jika market sideways, barulah kita mencari sinyal buy hanya ketika Stochastic sedang oversold saja dan mencari sinyal sell ketika Stochastic sedang overbought.

Agar lebih akurat, pastikan juga anda melihat pola-pola candlestick juga, ketika titik Parabolic SAR pertama muncul dan juga pola-pola candlestick ketika Stochastic sedang overbought maupun oversold.

Ketika market sedang trending up, dan Stochastic sedang overbought, trend tidak langsung berganti seperti pada gambar di bawah ini.
Hal tersebut juga berlaku ketika sedang downtrend. Pada gambar di atas, dari candlesticknya saja sudah terlihat ada banyak sekali bullish candle, dan juga ada terlihat pola Three White Soldier yang merupakan pola bullish, kalau anda langsung mengambil posisi sell ketika Stochastic sedang overbought pada market yang sedang trending, anda bisa loss banyak apalagi pada gambar di atas adalah daily time frame. Selama seminggu pun William's Percent Range juga berada di zona overbought.

Ketika market sedang Sideways, Stochastic dapat tidak memberikan sinyal jika rangenya teralalu kecil ini karena formula stochastic yang tergantung pada high dan low dari candlestik, oleh karena itu pada saat sideways, anda dapat menggunakan WPR untuk mencari sinyal-sinyal beli dan jual, sinyal beli yaitu ketika WPR masuk area overbought dan ketika candlestick ditutup dan WPR sudah meninggalkan zona overbought tersebut pada saat candlestick closing, barulah anda entry buy di harga open candlestick berikutnya. Demikian juga untuk sell, ketika WPR masuk area overbought dan meninggalkan zona overbought tersebut tepat di saat closing candlestick, anda bisa entry sell di open candlestick hari berikutnya. Contoh pada gambar di bawah ini.


Kotak berwarna merah di atas menandakan market yang sedang sideways, lihatlah indikator Parabolic SAR sama sekali tidak berfungsi dengan baik dan memberikan false signal. Jika market sedang sideways, maka fokus pada oscillator WPR atau Stochastic dan juga pola candlestik dapat digunakan. Pada sinyal sell di atas, candlestick sebelumnya merupakan candlestick shooting star berwarna hitam yang merupakan pola bearish, pada sinyal buy berikutnya, WPR meninggalkan area oversold dan pada saat itu terbentuk pola candlestick bullish harami. Hal ini karena indikator Parabolic SAR tidak didesign untuk flat atau market yang sedang sideways, jadi gunakan Parabolic SAR pada saat market sedang trending saja.


Saya sangat menyarankan untuk mencoba dulu strategi ini pada demo akun. Semua resiko kerugian adalah tanggungan pribadi masing-masing, selalu gunakan stop loss, dan money management yang benar baik itu di demo akun maupun real account. Terima kasih sudah membaca tulisan di blog ini.

0 Response to "Parabolic SAR dan Stochastic Dapat Menyelamatkan Dari Badai Floating"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel