Deposit Pakai Kurs Tetap, RUGI??? Eits, Baca Ini Dulu!!!


Sekarang banyak broker trading yang menawarkan deposit menggunakan kurs tetap rupiah atau fix rate sebesar 10rb rupiah/dollar salah satunya adalah OctaFX broker tempat blog ini menjadi IB. Tentu saja fix rate ini menguntungkan bagi trader karena akan lebih mudah menghitung profit dalam money management dan tentunya pada saat deposit dan withdraw tidak akan terpengaruh oleh perubahan kurs USD/IDR (kurs dollar terhadap rupiah).

Tapi bagi trader yang awam, newbie, noob mereka malah bilang fix rate itu bikin rugi trader dan malah broker makin untung karena mendapat selisih dari fix rate dan normal rate, padahal kenyataannya tidak benar. Berikut ini saya jelaskan agar yang noob tadi tidak salah pemahamannya mengenai floating rate dan fix rate.

Transaksi Forex pada Pasangan Mata Uang USD/IDR Floating Rate (Spot Transaction)

Fix Rate adalah kurs tetap (biasanya Rp10.000/dolar) untuk memudahkan deposit dan withdrawal tanpa dipengaruhi oleh floating rate dollar terhadap rupiah (USD/IDR), jadi saat deposit dan withdraw anda tidak dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar dollar terhadap rupiah, sehingga aman dari kerugian apabila rupiah menguat apabila anda melakukan penarikan. Deposit dan withdraw itu pada dasarnya adalah transaksi forex yang melibatkan 2 mata uang, yaitu USD dan IDR sehingga kurs yang digunakan adalah kurs USD/UDR (bisa dilihat di broker atau di TradingView atau di bank-bank umum).

Jadi ketika anda deposit dengan menggunakan floating rate, pada dasarnya anda melakukan transaksi BUY pada USD/IDR yaitu membeli "dollar" dan secara bersamaan menjual "rupiah" pada rate yang berlaku pada hari tersebut (spot price).

Dan ketika anda melakukan penarikan dari broker anda, pada dasarnya anda menjual kembali "dollar" dan pada saat besamaan membeli kembali rupiah pada rate yang berlaku pada hari penarikan (spot price).

Jumlah dollar dan rupiah yang anda beli adalah menjadi unit/lot dari transaksi anda.

Contoh:
Tanggal 1 Juni 2019 anda deposit (artinya BUY USD/IDR) dengan kurs 14500 dengan volume Rp10 juta, anda mendapatkan $689.65 ini masuk ke akun trading dan di tampilkan pada MetaTrader 4 anda yaitu 689.65 USD

kemudian dalam 1 bulan tersebut anda tidak trading forex sama sekali, dan pada tanggal 30 Juni 2019, anda memutuskan untuk melakukan penarikan (artinya SELL USD/IDR) dengan kurs 14000 dengan volume transaksi 689.65 USD, angka ini akan didebit dari akun trading anda dan MetaTrader 4 dikalikan dengan kurs rupiah yang berlaku di tanggal tersebut anda mendapatkan Rp9.655.172,41

Ternyata dari dua transaksi di atas, dalam 1 bulan rupiah terlihat menguat sehingga kurs berubah menjadi 14000/dollar. Padahal dalam 1 bulan tersebut anda tidak trading apa-apa, tetap saja anda mengalami kerugian karena pada saat penarikan, anda hanya mendapatkan Rp9.655.172,41 berarti anda rugi Rp344.827,58 akibat perubaha kurs rupiah tadi.

Jadi ketika deposit Rp10juta, anda mendapatkan 689.65 USD dan angka ini masuk di MetaTrader 4 anda, anda mendapatkan keterangan deposit sebesar 689.65 di MetaTrader 4. Dan ketika penarikan anda mendapatkan keterangan withdrawal 689.65 USD di MetaTrader 4 dan anda mendapatkan Rp9.655.172,41 ke rekening bank anda.

Lalu bagaimana dengan yang menggunakan fix rate? Simak penjelasannya di bawah ini.

Transaksi Forex pada Pasangan Mata Uang USD/IDR Fixed Rate

Transaksi Forex pada pasangan mata uang USD/IDR menggunakan fix rate adalah menggunakan kurs yang tetap yaitu Rp10.000 bukan spot price yang harganya selalu berfluktuasi, sehingga kurs tetap tidak akan terpengaruh dengan menguat atau melemahnya rupiah.

Dengan fixed rate, anda deposit menggunakan kurs 10rb, dan ketika penarikan anda juga menggunakan kurs 10rb. Dan di MetaTrader 4, nilai dollar yang ditampilkan juga dikali 10rb. Bagi yang belum pernah menggunakan fix rate atau bilang fix rate bahkan bikin rugi karena selisih dari kurs floating dimakan di broker karena mereka mengira 1 dollar di MetaTrader 4 itu nilainya Rp14rb sekian, padahal ketika mengaktifkan fix rate, 1 dollar di MetaTrader 4 = Rp10.000 (bagian ini saya tebalkan biar jelas)

Perbedaanya di MetaTrader 4 (berhubung saya pakenya MT4)

Floating rate
1 dollar = 14258 (bisa berubah-ubah sesuai kurs USD/IDR)

Fix rate
1 dollar = 10000 di MetaTrader 4.

Contoh ketika deposit menggunakan fix rate
Nilainya kita samakan dengan contoh transaksi floating rate, yaitu trader A mendepositkan dana sebesar Rp10 juta menggunakan fix rate Rp10000 dan nilai yang masuk ke akun tradingnya adalah 1000 USD dan di MetaTrader 4 pun saldonya sebesar 1000 USD.

Di akhir bulan, trader A tersebut tidak melakukan trading sama sekali, dan ia berniat menarik kembali modalnya, yaitu menarik sebesar 1000 USD dari akun tradingnya, maka ia mendapatkan Rp10 juta utuh. Bagaimana kalau dalam sebulan dia profit misalnya 100 USD, maka total profitnya adalah Rp1 juta, sehingga total dana yang ditarik adalah 1100 USD yaitu Rp11.000.000

Lihat kan di mana ruginya? Hal ini karena pengali Rp10.000 tadi sehingga angka saldo di MetaTrader 4 juga HARUS dikali Rp10.000, bukan dikali Rp13000 atau Rp4000 atau berapalah kurs rupiah pada saat itu.

Namanya juga kurs tetap fix rate, artinya kurs deposit Rp10.000, kurs saldo di MT4 Rp10.000 dan saat penarikan juga menggunakan kurs Rp10.000. Perbedaannya, dibawah ini

Deposit Rp10 juta di MetaTrader 4 menunjukkan:
Floating rate: 689.65 USD
Fixed rate: 1000 USD

Wah muncul lagi dibenak anda, fix rate bisa menambah ketahanan dana, karena yang masuk 1000 USD, tapi anda harus ingat lagi, 1000 USD itu = 10 juta rupiah, sehingga ketahanan dana anda tetap sama, tidak ada penambahan apapun, tetapi semua profit pada fix rate dihitung menggunakan kurs Rp10.000, jadi 1 pip di MT4 pada mata uang EURUSD untuk volume 1 lot pun nilainya Rp100.000/pips

Jadi dengan fix rate ini anda bisa mengatur money management karena langsung tahu berapa rupiah ketika anda rugi atau profit, karena 1 lot di EURUSD = Rp100rb/pip (pip value, berbeda-beda berdasarkan pasangan mata uang).

Biar makin jelas, saya kasih gambar tabel perbandingan.



Yang bilang masih rugi, selisih dimakan broker, rugi dikemudian hari dan lain-lain saya pastikan otaknya gak bisa ngitung dan gak lulus SD. Jadi gak ada yang namanya rugi ketika menggunakan fix rate. Namun ketika rupiah melemah, anda tidak mendapatkan keuntungan dari fix rate karena semua kurs dikalkukasikan menggunakan pengali 10rb tadi, jadi tidak peduli rupiah melemah sampai 15rb atau 20rb sekalipun, anda tetap melakukan penarikan menggunakan kurs 10rb karena ketika deposit anda juga menggunakan kurs 10rb. Ingat ketika WD itu adalah balance pada MT4 anda yang ditarik, sehingga pada akun history ada minus akibat penarikan, dan sekali lagi saya tekankan jenis akun MT4 fix rate dan floating rate itu beda.

Yang masih bilang rugi, berarti anda belum mencoba sendiri apa itu kurs fixed, kalau saya sendiri sudah mencobanya dan memang memberikan manfaatnya terutama dalam mengelola money management.

0 Response to "Deposit Pakai Kurs Tetap, RUGI??? Eits, Baca Ini Dulu!!!"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel