Pilih Time Frame H1, H4 atau Daily?


Time frame merupakan periode waktu dalam chart trading. Time frame dapat dipilih sesuai dengan keinginan trader. Pada postingan yang lalu saya sudah menjelaskan apa itu time frame dalam trading. Sekedar flashback, time frame berpengaruh pada lama terbentuknya 1 batang candlestick, semakin pendek time frame, semakin singkat pula candlestick terbentuk. Tapi time frame yang terlalu singkat tidak bagus juga untuk trading karena akan ada banyak noise, dan whipsaw, selain itu indikator teknikal juga akan lebih banyak memberikan false signal pada time frame yang kecil. Pola-pola candlestick pun tidak akurat pada time frame yang kecil karena spread dan noise pada time frame kecil.

Seorang scalper pasti tidak masalah dengan time frame yang kecil karena scalper biasanya akan standby di depan chart selama posisi tradingnya sedang terbuka. Beda halnya dengan day trading atau swing trading, dikarenakan ada kesibukan lain atau tidak sanggup berlama-lama di depan komputer, maka trader tersebut tidak akan bisa memantau chart nya terus menerus.

Time frame yang paling populer digunakan pada MT4 adalah H1, H4 dan Daily. Scalper cenderung melihat trend pada H1 lalu turun ke time frame seperti M15 atau M30 untuk entry.

Sedangkan day trader, akan melihat trend di H4 atau daily untuk entry pada time frame di H1, sama seperti scalpers, umumnya day trader akan menutup posisi di hari yang sama.

Swing Trader atau Position Trader adalah trader yang membuka posisi lebih lama dan bisanya menggunakan time frame yang besar, misalnya melihat trend di Daily untuk major trend nya dan melakukan analisa di H4 untuk entry sesuai trend. Position trader juga bisa menggunakan Monthly dan Weekly chart untuk melihat trend jangka panjang dan melakukan entry di daily chart.

Lalu manakah time frame yang tepat untuk anda? Apakah H1, H4, Daily, Weekly atau Monthly? Jawabannya tergantung, apakah anda seorang scalper day trading atau position trading. Jika anda scalper dan day trader maka ketika anda menggunakan chart H1 dan dibawahnya, paling tidak anda harus melihat chart setiap 1 jam sekali. Tentunya hal ini sulit dilakukan bagi trader yang bukan full time trader.

Sedangkan position trader dan swing trader melihat chart hanya 3-4x sehari jika menggunakan chart time frame H4, apalagi kalau menggunakan Daily chart cukup 1 kali sehari melihat chart. Di time frame H4 dan Daily, pola-pola candlestick cenderung lebih akurat dan indikator juga lebih sedikit menghasilkan false signal.

Trading di time frame tinggi harus ekstra sabar apalagi jika menggunakan daily time frams bisa membutuhkan beberapa hari sampai sebuah entry setup terbentuk. Contohnya untuk pola candlestick engulfing saja membutuhkan waktu minimal 2 hari dan entry pada hari ke-3 setelah melihat konfirmasi berikutnya.

Time frame yang cocok digunakam jika anda ingin trading lebih sering dalam 1 minggu adalah time frame H4, dengan mengamati market setiap 4 jam sekali, anda bisa entry lebih sering daripada menggunakan time frame daily. Tetapi time frame daily juga malah lebih bagus, karena pips yang makin besar jika profit, cuma anda harus butuh kesabaran ekstra untuk trading di daily time frame.

Daily time frame malah sangat disarankan untuk pemula, karena membuat kita lebih sabar dan bisa menjadi disiplin, selain itu juga kita lebih memiliki banyak waktu luang untuk belajar, melakukan backtesting, atau melakukan aktivitas lainnya. Pada daily time frame, entry juga dilakukan pada awal sesi Asia ketika spread mulai mengecil sejak beberapa jam sesi Asia buka, sehingga anda tidak perlu memikirkan news harian, lebih baik fokus pada fundamental yang memiliko dampak jangka panjang.

0 Response to "Pilih Time Frame H1, H4 atau Daily?"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel