Perbedaan Broker Luar dengan Broker Lokal


Broker merupakan perushaan perantara antara trader dan market, dalam bahasa Indonesia broker disebut dengan pialang berdagangan. Broker memiliki tugas meneruskan order yang kita buat ke market atau meneruskannya ke bank untuk dipertemukan dengan order lain. Dengan kemajuan teknologi saat ini broker-broker juga semakin banyak dan kita dapat mengirim perintah ke broker hanya dengan melalui terminal trading.

Dari sekian banyak broker, ada yang namanya pialang lokal dan pialang asing. Dari namanya, pialang lokal adalah pialang yang memiliki kantor di Indonesia dan memiliki ijin operasi resmi dari Pemerintah Indonesia, dan broker asing adalah broker yang tidak memiliki kantor di Indonesia dan sebagian besar tidak mengantongi ijin resmi dari Pemerintah Indonesia. Adapun regulator yang mengawasi pialang-pialang di Indonesia adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI). Broker-broker lokal sudah pasti mengantongi ijin dari BAPPEBTI sedangkan broker asing tidak punya ijin dari BAPPEBTI itulah sebabnya broker asing tidak memiliki kantor di Indonesia dan mereka beroperasi hanya secara online saja.

Perbedaan Broker Luar dan Broker Lokal

Regulasi

Perbedaan broker lokal dan asing seperti yang dijelaskan di atas adalah regulasi, ini yang paling gampang dilihat. Broker lokal memiliki ijin resmi dari BAPPEBTI sedangkan broker asing tidak memiliki ijin dari BAPPEBTI sehingga secara hukum sebenarnya broker asing illegal beroperasi di Indonesia, makanya tidak ada kantor broker asing di Indonesia.

Tapi dengan tidak memiliki ijin di Indonesia, bukan berarti broker asing tersebut tidak memiliki kredibilitas, karena broker asing dapat memiliki ijin resmi dari regulator internasional seperti CFTC/NFA Amerika Serikat, FCA UK, CySec, ASIC Australia, namun ada juga broker asing yang regulasinya longgar karena ijin yang didapatkan dari negara offshore seperti Seychelles, Panama, Saint Vincent and Greenadies, Belize, dll. Anda harus berhati-hati dengan broker asing yang memiliki regulasi dari negara offshore, karena negara offshore dikenal sebagai tax haven dan tidak sulit untuk mengurus regulasi di sana.

Bila terjadi masalah dengan broker asing, maka proses hukum harus dilakukan di negara broker tersebut berasal bukan di negara di tempat trader berasal. Sedangkan jika broker lokal terjadi masalah sengketa dengan trader, maka proses hukum dapat dilakukan sesuai peradilan dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Volume dan Leverage


Volume perdagangan dinyatakan dalam satuan lot. Broker asing sebagian besar menawarkan micro lot (0.01 lot) sedangkan broker lokal hanya menawarkan mini lot (0.1 lot). Tentunya ini menyulitkan trader yang bermodal kecil, karena tidak bisa mengatur money managementnya dengan baik jika modalnya kecil apalagi berada di bawah 500USD karena tidak tersediannya micro lot pada broker lokal. Broker asing lebih unggul karena menyediakan micro lot (0.01) bahkan nano lot (0.001) yang setara dengan 0.1 lot pada akun cent / akun micro. Broker lokal bahkan tidak punya akun cent apalagi micro. Semua jenis akun yang ditawarkan broker lokal adalah akun standard dengan volume perdagangan minimal 0.1 lot (1 mini lot) per transaksi.

Dalam hal leverage, broker asing menawarkan leverage yang beragam mulai dari 1:50 sampai yang paling besar 1:3000. Sedangkan broker lokal hanya menawarkan leverage maksimal 1:200. Leverage adalah daya ungkit yang melipatgandakan modal anda agar mampu membuka posisi yang volumenya besarnya melebihi modal anda. Singkatnya leverage adalah dana yang dipinjamkan oleh broker agar anda mampu membuka posisi dengan margin yang kecil. Contoh, anda ingin membeli 0.01 lot GBPUSD dan membutuhkan margin 1000 USD, dengan leverage 1:100 anda cukup memerlukan margin sebesar 10USD untuk dapat membuka posisi sebesar 0.01 lot pada pair GBPUSD jadi dengan modal 20USD pun anda mampu membuka posisi 0.01 lot dengan leverage 1:100 sedangkan pada broker lokal anda tidak bisa membuka posisi 0.1 lot dengan modal $20. Itulah kenapa broker luar minimal deposit nya kecil mulai dari $5, $10, $50 atau $100 saja anda sudah bisa trading, apalagi dengan adanya akun micro dan akun cent.

Sedangkan di broker lokal anda harus mulai dengan modal setidaknya $300 atau sekitar 3 juta rupiah untuk dapat membuka posisi sebesar 0.1 lot. Dengan modal segitupun ketahanan anda akan sangat sedikit untuk dapat menahan posisi minus dan akan sangat cepat untuk MC jika free margin nya sudah habis.

Swap


Swap adalah bunga yang diberikan atau yang harus anda bayarkan ketika posisi anda terbuka dan menginap lebih dari 1 hari. Swap negatif berarti adalah bunga yang harus anda bayar, dan swap positif adalah bunga yang anda terima. Swap positif atau negatif tergantung dari selisih suku bunga pasangan mata uang yang bersangkutan.

Bagi trader muslim, swap (bunga) adalah haram karena dianggap riba. Broker asing lebih unggul dalam hal ini karena broker asing menawarkan opsi bebas swap yang dapat diaktifkan sesuai permintaan trader itu sendiri, dan bahkan opsi bebas swap juga ditawarkan oleh banyak broker kepada trader yang non-muslim.

Sedangkan broker lokal tidak memiliki opsi bebas swap dan tetap menerapkan bunga apabila posisi terbuka lebih dari 1 malam, broker lokal tidak memberikan opsi bebas swap karena dilarang oleh pihak berwenang.

Komisi


Komisi adalah biaya transaksi dan juga merupakan keuntungan broker. Pada broker asing, komisi hanya berlaku pada tipe akun ECN atau akun yang terhubung langsung pada interbank market (liquidity provider), sedangkan pada akun retail broker asing tidak memberikan komisi, tetapi biasanya akan menaikan spreadnya agar tetap mendapatkan keuntungan. Pada akun ECN spreadnya sangat kecil bahkan 0, itulah sebabnya broker menerapkan komisi pada akun trading ECN. Akun ECN spreadnya adalah murni dari liquidity provider (bank) tanpa adanya markup dari broker.

Dari spread, broker lokal juga memiliki spread yang kecil sehingga broker lokal juga menerapkan komisi pada setiap order yang dilakukan oleh klien/trader. Tetapi pada broker lokal, semua jenis akunnya memiliki komisi.

Perbedaan antara broker lokal dan broker asing dapat dilihat pada tabel berikut ini.
sumber: www.seputarforex.com

Contoh Broker Lokal:
1. PT. Monex Investindo Futures
2. PT. Finex Berjangka
3. PT. Rifan Financindo Berjangka
4. PT. Global Kapital Investama Berjangka
dll

Contoh Broker Luar Negeri:
1. FXCM
2. ForexTime
3. Tickmill
4. ICMarkets
5. OANDA
6. Gain Capital
7. Admiral Markets
dll.

0 Response to "Perbedaan Broker Luar dengan Broker Lokal"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel