Memilih Time Frame Yang Tepat Untuk Trading

Ketika kita melakukan trading, pada platform yang kita gunakan tentunya tersedia opsi untuk memilih time frame yang akan kita gunakan. Time frame adalah kurun waktu tertentu yang telah ditentukan dalam chart untuk mengamati pergerakan harga selama kurun waktu tersebut. Pemilihan time frame sangat mempengaruhi candlestick, karena bar-bar candlestick akan terbentuk sesuai dengan periode time frame yang dipilih. Satuan time frame menunjukkan waktu yang diperlukan untuk membentuk 1 buah candlestick.

Pada time frame 1 jam, setiap 1 bar candlestick akan terbentuk setiap 1 jam. Pada time frame daily, setiap 1 bar candlestick terbentuk setiap 1 hari. Pemilihan time frame ini sangat penting dan anda harus menyesuaikan time frame dengan gaya trading anda, apakah anda intraday trader, scalper, mid-term atau long term.

Satuan time frame yang umum digunakan dan dapat ditemukan pada MetaTrader 4 adalah:
M1 (1 menit)
M5 (5 menit)
M15 (15 menit)
M30 (30 menit)
H1 (1 jam)
H4 (4 jam)
D1 (1 hari)
W1 (1 minggu)
MN (1 bulan)

Pada platform lain seperti MetaTrader 5, cTrader, TradingView, dll mungkin menyediakan pilihan time frame yang tidak umum seperti biasanya seperti
H2 (2 jam)
H6 (6 jam)
H8 (8 jam)
H12 (12 jam), dan lain-lain.

Perlu di ketahui, bahwa bentuk candlestick dan bentuk chart pada setiap timeframe tidak akan sama, hal ini disebabkan market merupakan fractal. Sehingga pada 1 candlestick di time framce t jam sebenarnya merupakan 2 buah candlestick di M30. Dan 1 buah candlestick di daily time frame merupakan 24 candlestick H1.

 Up trend jelas terlihat pada time frame Daily pada pasangan mata uang EURGBP. Sekarang mari kita coba lihat time frame H4.
di time frame H4 nya malah sideways, dan mari kita coba lihat lagi time frame H1.
Pada timeframe H1 terlihat selama 2 hari terakhir EURGBP trending up. Trend sebelumnya adalah downtrend mulai dari tanggal 18 Juni 2019, tetapi trend berganti menjadi uptrend pada tanggal 20 Juni 2019.

Pemilihan time frame tentunya akan berpengaruh dengan strategi yang akan digunakan, tetapi pada dasarnya sebuah strategi dapat diterapkan di time frame apapun, yang membedakan adalah waktu menerapkannya karena jangka waktu yang berbeda. Karena market bersifat fractal, maka rule dari strategi apapun dapat berlaku di time frame kecil dan juga time frame yang lebih besar. Perbedaannya adalah jumlah pips yang dihasilkan, di time frame kecil, tentu sulit untuk mendapatkan pips yang besar sedangkan di time frame yang besar tentunya akan mendapatkan pips yang banyak dalam 1 kali transaksi.

Seorang scalper yang melakukan open-close transaksi dalam waktu singkat tentu akan memilih time frame yang kecil sebagai analisisnya dengan target profit pips yang kecil. Scalper hanya membuka posisi dalam waktu singkat dalam hitungan jam dan menutup posisinya pada hari itu juga. Time frame yang biasa digunakan mulai dari M1 sampai M30. Target profitnya pun kecil, dengan rata-rata 5 sampai 10 pips, dengan jarak SL yang sangat dekat juga.

Seorang Day Trader adalah trader yang biasa melakukan open-close transaksi pada hari yang sama, dan kalaupun posisinya menginap paling hanya 1 hari berikutnya dan segera diclosing. Time frame yang digunakan adalah H1-H4. Dengan target profit antara 30-50 pips. Dengan jarak SL yang juga sangat dekat.

Swing Trading adalah trader yang melakukan open posisi dalam rentang waktu 1 hari sampai beberapa hari, bahkan sampai beberapa minggu atau beberapa bulan. Time frame yang digunakan adalah mulai dari Daily sampai Weekly. Tetapi time frame yang kecil juga dapat digunakan untuk mencari posisi entry yang lebih presisi. Mereka melakukan analisa di time frame Daily, tetapi melihat time frame H1 untuk melihat sebaiknya entry di mana, karena akan berpengaruh dalam penempatan SL juga. Analisa multi time frame juga dikenal dengan sebutan Top Down Analysis. Jika analisa di D1 memberikan sinyal Buy, turun ke time frame H1 atau H4 untuk mencari di mana posisi terbaik meletakan posisi buy tersebut.


Banyak trader profesional yang sangat menyarankan trader pemula untuk menggunakan time frame yang lebih besar seperti H4 dan D1 hal ini karena time frame juga mempengaruhi psikologi trading atau emosi trading anda. Pada time frame besar anda bisa lebih sabar, dan dapat menerapkan money management dengan baik. Misal di time frame D1 stop loss anda berjarak 200 pips, tapi dengan risk 2% tentu anda tenang-tenang saja, karena jika loss pun hanya rugi 2% dari modal anda. Berbeda dengan scalper dan day trader umumnya mereka masuk dengan lot yang besar karena scalper yang mencari beberapa pips dalam waktu yang singkat, jika menggunakan lot yang kecil tentu profitnya akan kecil juga, jadi scalper dan day trader menggunakan lot yang besar untuk mencari keuntungan dalam beberapa pips take profitnya. Scalper misalnya masuk 0.1 lot dengan target profit 10 pips maka keuntungannya adalah $10. 0.1 lot yang cukup besar, karena jika floating -50 pips saja sudah -50USD itulah kenapa scalper biasanya SL nya sangat rapat dan segera exit kalau sudah salah arah sebelum loss makin membesar. Keseringannya, scalper dan day trader tidak memiliki money management yang baik dan sering menerapkan money management yang buruk atau bahkan tanpa adanya money management, karena pikirnya mencari kekayaan dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi para profesional trader juga banyak yang melakukan scalping, tetapi bedanya mereka itu sudah profesional jangan samakan dengan kita yang masih baru belajar.

Keuntungan lain menggunakan time frame besar adalah anda terhindari dari noise-noise yang ada pada time frame kecil. Noise-noise ini dapat terbentuk akibat volatilitas yang tinggi tertuama pada saat rilisnya news fundamental yang penting. Oleh karena itu pada time frame besar sebagaian besar news dapat diabaikan, kecuali news yang sangat penting untuk jangka panjang, misalnya suku bunga, GDP, FOMC, CPI dll. Selain itu pola candlestick juga akan lebih baik pada timeframe yang lebih tinggi dan akan lebih akurat.

Menggunakan time frame tinggi juga akan memberikan anda waktu luang lebih banyak, misalnya ketika menggunakan time frame Daily, anda hanya akan memeriksa chart 1 kali sehari saja, dan anda akan memiliki banyak waktu luang untuk melakukan kegiatan lainnya. Kalau saya sendiri memilih Daily time frame, saya memeriksa chart setiap sesi Asia open, dan open jika ada setup sinyal.

Kekurangan time frame besar dari segi analisa teknikal menurut saya tidak ada. Karena time frame besar sudah mampu mengurangi noise yang ditimbulkan akibat volatilitas harian. Tetapi karena time frame besar akan membuat posisi anda bisa menginap (overnight) lebih dari 1 hari yang mana bagi para trader muslim posisi tersebut adalah haram karena menginap dan terkena bunga harian (swap). Ada dua jenis swap anda dapat terkena swap negatif dan positif tergentung dari selisih suku bunga pasangan mata uang yang anda tradingkan. Bunga positif maupun negatif bagi trader muslim adalah haram hukumnya. Tapi jangan khawatir sekarang banyak broker yang menawarkan trading bebas swap, sehingga tidak masalah jika posisi anda menginap beberapa hari tidak akan dikenai bunga (swap) apapun. Tetapi broker yang menerapakan bebas swap tentu akan menerapkan komisi atau akan menaikan (mark-up) speadnya untuk mengakomodasi biaya swap tadi. Broker yang menawarkan trading bebas swap juga dapat dinikmati oleh trader non-muslim yang tidak ingin terkena swap. Tetapi ada juga broker yang harus menyaratkan tradernya beragama muslim (dibuktikan dengan kartu identitas) jika ingin menikmati fitur bebas swap.

0 Response to "Memilih Time Frame Yang Tepat Untuk Trading"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel