Kinerja Trading Selama Bulan Juni 2019

Halo sobat,pada artikel ini saya akan membahas mengenai jurnal trading yaitu kinerja dari trading yang saya lakukan selama bulan Juni 2019 semenjak saya mulai aktif menulis blog ini. Selain trader, saya juga membagi info dan pengalaman trading dan hal-hal yang saya ketahui di blog ini. Kedepannya saya akan mendesign ulang tampilan blog ini agar pembaca lebih betah membaca dan semakin nyaman di blog ini.

Saya mulai aktif trading sejak minggu ke dua bulan Juni 2019, saya mulai menerapkan strategi yang saya gunakan baik itu dari indikator dan pola-pola candlestick, dan juga beberapa dari analisa saya juga saya share di blog ini, yang pastinya gak harus diikuti ya.

Modal awal saya trading adalah $100 di akun demo dan menggunakan akun standard, ini modal sebelum saya menulis artikel tentang: Trading Dengan Modal Kecil, Apa Bisa Menerapkan Manajemen Resiko Dengan Baik?  pada artikel sebelumnya. Dan ternyata, modal $100 ini kita tidak bisa mengelola resiko dengan baik jika menggunakan akun standard, karena risk per trade menjadi lebih dari 2% bahkan ketika menggunakan lot 0.01 sekalipun.

Jadi dari deposit $100 pada bulan Juni 2019 lalu akun saya mengalami drawdown sebesar 50%, yaitu saya mengalami loss sekitar 50USD di bulan tersebut, dengan sisal modal 50 USD, maka saya memutuskan untuk menambah dana lagi 500 USD pada demo account tersebut agar bisa mengelola risknya, karena saya sudah terlanjur dengan akun standard, jadi mau tidak mau saya tambah lagi modalnya, karena modal $100 seperti yang saya katakan tadi sangat susah untuk mengelola resiko, karena yang terjadi adalah overtrade, overlot dan risk sudah melebihi 2% per trade, ini sejalan dengan psikologi manusia punya modal kecil tapi pengen cepat kaya.

Kelebihan belajar menggunakan akun demo adalah selain bebas resiko anda bisa menambahkan modalnya ketika sudah mau habis. Tetapi perlu diingat, perlakukan demo akun sama seperti akun real ketika anda mau trading dengan uang asli. Terapkan money management di akun simulasi, dan kalau bisa jangan buat modal akun demo tersebut sampai habis terus-terus karena kalau habis pun bisa di isi lagi. Kalau akun demo pun anda buat habis modalnya dan deposit berulang kali, bagaimana nanti kalau trading di akun real? Masa nyetor duit berulang kali? Jadi kalau di akun demo masih sering loss, anda harus perbaiki trading anda.

Baik, berikut ini adalah grafik pertumbuhan akunnya.
Di bulan Juni 2019, total loss -51.83% dari modal awal USD 100. dan di akhir bulan, saya menambah dana USD 500 dan untungnya loss nya terecovery di bulan Juli karena saya ada open posisi di GOLD dan tepat pada hari ini terjadi gap down. Saya sudah bikin tekad, berusaha tidak akan pernah lagi mendepositkan dana ke akun demo ini. Modal awal 500 USD saya rasa sudah cukup bisa untuk mengelola risk dan money management di akun standard. Jika modal anda lebih kecil, seperti $100 atau $50, sekali-kali jangan trading di akun standard, tetapi tradinglah di akun cent atau micro atau mini. Ini pengalaman saya, jadi biar tidak ada lagi dari anda yg deposit $100 trus besoknya loss atau ludes semua modalnya.

Dari minus di bulan lalu, saya juga membenahi sistem trading saya, mengevaluasi di mana yang salahnya, dan memang saya temukan kesalahan-kesalahannya.

Walaupun indikator sudah memberikan sinyal buy atau sell tetapi tidak sesuai arah, ya terima saja kerugiannya.

Kesalahan berikutnya adalah, saya trading di timeframe yang lebih kecil di hari sebelum-sebelumnya dan entry tanpa menunggu candlesticknya closing terlebih dahulu lalu open di harga pembukaan candlestick berikutnya. Kesalahan ini mungkin banyak dilakukan oleh trader-trader terutama yang masih pemula.

Di bulan awal Juli 2019, account growth saya loncat menjadi 309.99% ini karena setelah deposit akhir Juni lalu, saya open posisi sell 0.1 lot di gold dan awal Juli terjadi gap down, karena USD tiba-tiba menguat. Perlu diketahui, angka ini belum pasti, karena masih awal bulan, bisa saja menurun atau meningkat tergantung trading yang saya lakukan sampai 1 bulan kedepan.

Berikut ini adalah grafik emas yang menyelamatkan loss saya di bulan lalu.
Pada postingan ini terlihat chart saya semakin sederhana, terdapat hanya 3 indikator yaitu EMA 200, WPR periode 5, dan Stochastic 5,3,3. Pada postingan yang lalu banyak indikator yang saya gunakan, tetapi ternyata malah bikin ribet dan sulit. Jadi saya cukup menggunakan ketiga indikator ini saja digabungkan dengan pola-pola candlestick. WPR saya gunakan untuk overbought dan oversold, sedangkan Stochastic digunakan untuk mencari divergence. Terlihat pada chart di atas terjadi bearish regular divergence antara harga dan stochastic. Dari pola candlestick juga terlihat dengan jelas ada candlestick pin bar di bagian atas swing trend yang merupakan sinyal reversal. Reversal ini belum tentu trend sudah berubah, karena bisa saja penurunan ini adalah koreksi dari up trend, tapi karena menggunakan time frame daily, jadi pergerakan harga tidak terlihat cepat dan ada banyak waktu untuk menunggu dan untuk mengambil keputusan dengan tepat. Down trend pada emas dikonfirmasi apabila terjadi lower high dan lower low, pada chart di atas masih belum terlihat LH dan LL nya, tapi profit dari koreksi pun lumayan, mengingat ini adalah daily time frame.

Munculnya pola candlestick pin bar atau kangaroo tail pada saat up trend menandakan tekanan buyer mulai melemah, buyer sempat mendorong harga tetapi ditutup dengan body candle yang kecil menciptakan upper shadow yang panjang menandakan tekanan seller mulai masuk. Pada hari berikutnya muncul candlestick hitam (bearish) yang merupakan konfirmasi untuk sell, dan indikator juga mendukung. Dan akhirnya pada awal bulan Juli terjadi gap down yang cukup jauh, kalau di akun real wah lumayan profitnya, hahaha.

Tetapi balik lagi ke diri kita, karena kita masih belajar jadi jangan pernah bosan menggunakan akun demo sampai anda bisa menggandakan modal demo account tersebut berpuluh kali lipat secara konsisten barulah anda trading dengana akun real. Sekolah SD aja bisa kok selama 6 tahun, masa sekolah trading anda mau instan langsung bisa dalam waktu 1 minggu, 1 bulan, atau beberapa bulan doang? Minimal trading dulu selama 1 tahun dan lihat kinerja nya tiap bulan, lalu gunakan kinerja bulan lalu sebagai bahan evaluasi untuk bulan berikutnya. Itulah mengapa pentingnya sebuah jurnal trading, anda dapat menggunakan MQL5 sebagai alat yang membantu untuk melihat kinerja trading anda setiap bulannya (Baca: Pentingnya Platform MQL5 Sebagai Trading Journal)

Demikian lah artikel dari saya, semoga artikel ini memberikan manfaat untuk kita semua. Buat yang mau trading, silakan join broker OctaFX dan dapatkan rebate $8/lot.. Untuk bergabung atau bertanya-tanya seputar rebate dan broker, silakan hubungi kontak Telegram yang ada di blog ini.

0 Response to "Kinerja Trading Selama Bulan Juni 2019"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel