Indikator Yang Paling Umum Digunakan Dalam Analisa Teknikal

Dalam analisa teknikal, seorang trader dapat menggunaka beberapa indikator sebagai alat bantu penunjang analisanya. Indikator teknikal adalah indikator yang dibuat berdasarkan harga open, high, low dan close, volume dan data ini dimasukkan ke dalam formula / rumus indikator untuk ditampilkan dalam bentuk data yang lain seperti angka, bar, ataupun garis.

Indikator dibuat dengan tujuan untuk mempermudah dalam menganalisa pergerakan harga, walaupun banyak naked trader yang menentang atau anti indikator di luar sana dan lebih percaya dengan raw price action ketimbang indikator. Naked trading tanpa indikator dan dengan indikator tidak ada yang salah, karena tujuan akhirnya sama-sama mencari keuntungan.

Berikut ini adalah beberapa indikator analisa teknikal yang paling sering digunakan oleh trader, chartist, dan analyst.

Indikator Pendeteksi Arah Trend (Trend Indicator)

Indikator ini bertujuan untuk mengindentifikasi arah trend pada market, indikator yang tergolong dalam kategori ini antara lain:

Moving Average

 

Moving Average (MA) adalah indikator yang paling sederhana dan simple. Indikator ini dapat memberikan gambaran arah trend yang sedang terjadi. MA membantu memberi informasi mengena harga rata-rata selama beberapa periode tertentu. Parameter MA dapat anda atur, MA pada closing price berarti rata-rata harga penutupan selama beberapa periode terakhir. MA yang diatur pada opening price mengukur rata-rata harga pembukaan selama periode tertentu, semua setting ini dapat anda atur pada Moving Average. Selain itu anda juga dapat memilih jenis moving average, di antaranya simple, exponential, linear weighted, atau smoothed. Yang paling populer digunakan adalah Exponential Moving Average, adapun periode yang sering digunakan adalah 9, 21, 26, 50, 100, dan 200.

Ichimoku Kinko Hyo

Ichimoku Kinko Hyo adalah indikator trend yang berasal dari Jepang. Ichimoku Kinko Hyo sebenarnya sudah sangat kompleks dan mampu berdiri sendiri. Tetapi akan lebih baik lagi jika digabungkan dengan indikator lain.

Indikator Ichimoku Kinko Hyo berguna untuk melihat arah trend dengan melihat apakah harga sedang berada di atas awan atau sedang berada di bawah awan. Komponen Ichimoku Kinko Hyo antara lain: Kijun-sen, Tenkan-sen, Kumo (Awan), dan Chikou-span (lagging span). Jika harga berada di atas kumo, maka bias trend nya adalah bullish, dan jika harga sedang berada di bawah awan maka bias trend nya adalah bearish.

Average Directional Movement Index

ADX merupakan indikator yang dapat mengukur kekuatan sebuah trend. Angka ADX yang tinggi menandakan trend kuat dan bisa jadi sudah mencapai puncaknya sebelum melakukan koreksi atau trend reversal. ADX juga dapat memberikan sinyal entry melalui garis +DI dan -DI yang saling crossover, saya pernah menulis artikel tentang ADX yang dapat dibaca di sini: Indikator Average Directional Movement Index (ADX)


Bollinger Bands

Bollinger Bands juga indikator yang paling sering digunakan untuk melihat arah trend. Bollinger Bands memiliki band atas dan band bawah yang merupakan deviasi dari Simple Moving Average periode 20 (middle band). Band atas dan band bawah merupakan standard deviasi sehingga Bollinger Bands juga dapat digunakan untuk melihat volatilitas market. Apabila band melebar, berarti volatilitas sedang meningkat, apabila band mengecil, market sedang dalam volatilitas rendah dan berada dalam kondisi range atau sideways.

Indikator Berjenis Oscillator

Indikator jenis ini dikatakan sebagai leading indikator karena dapat memberikan sinyal-sinyal awal terutama sinyal-sinyal reversal atau pembalikan arah. Yang termasuk dalam kategori indikator ini antara lain:

Relative Strenght Index (RSI)

RSI merupakan oscillator yang paling sederhana dan paling populer digunakan. RSI terdiri dari 1 garis dan periode yang digunakan pada umumnya adalah periode 14. RSI digunakan untuk mengukur index kekuatan, dan melihat apakah market sedang dalam kondisi overbought atau oversold.

RSI mempunyai level 0-100. Pembacaan di atas 70 menunjukkan market sedang overbought, dan pembacaan di bawah 30 menunjukkan market sedang oversold. Perlu diingat, ketika dalam kondisi overbought maupun oversold bukan berarti langsung balik arah/berganti trend.

Selain sinyal-sinyal overbought dan oversold, sinyal-sinyal divergence juga dapat ditemukan pada indikator RSI.

Stochastic Oscillator

Stochastic ditemukan oleh dokter George C. Lane. Stochastic merupakan momentum indicator yang digunakan untuk menemukan divergence. Ketika harga bergerak berbeda dengan indikator, itulah yang dinamakan dengan divergence, dan Stochastic diciptakan untuk tujuan trading dengan setup divergence. Stochastic memiliki level 0-100 dan periode yang paling umum digunakan adalah 5,3,3. Stochastic terdiri dari 2 jenis yaitu Fast Stochastic dan Slow Stochastic, tapi yang paling banyak digunakan adalah Slow Stochastic.

Commodity Channel Index (CCI)

Sama seperti Stochastic Oscillator, indikator CCI juga merupakan indikator momentum yang digunakan untuk menemukan divergence. Bedanya CCI dapat melebihi angka 100 dan dapat berada dengan nilai minus di bawah -100. Periode yang paling umum digunakan adalah periode 14.

Moving Average Convergence/Divergence (MACD)

MACD (sering dibaca mekdi, McD bukan Mc Donald :v) adalah oscillator yang sebenarnya mengubah lagging indikator yaitu Moving Average menjadi leading indicator dengan mengubahnya menjadi oscillator. Setting MACD yang umum digunakan adalah 12,26,9. Sama seperti indikator Stochastic, dan CCI sebenarnya MACD digunakan untuk menemukan sinyal-sinyal divergence, tetapi banyak trader yang menggunakan sinyal crossover dari MACD yaitu ketika garis MACD saling bersilangan dengan garis signal, atau ketika garis MACD bersilangan dengan garis 0 sebagai sinyal beli maupun sinyal jual.

MACD 2 line beserta sinyal-sinyal divergence pada gambar di bawah ini.



Average True Range (ATR)

ATR adalah indikator yang memberikan informasi range rata-rata dari harga tertinggi dan dan harga terendah selama periode beberapa candlestick terakhir. Periode yang umum digunakan adalah 14. Indikator ATR dapat menunjukkan nilai pip range pergerakan selama beberapa candlestick terakhir, nilai ATR ini dapat anda jadikan acuan untuk menempatkan SL dan TP pada saat entry. ATR termasuk oscillator karena juga dapat mengukur volatilitas, semakin tinggi nilai ATR berarti range rata-ratanya semakin besar dan semakin besar volatilitas selama 14 candlestick terakhir.

Indikator Berjenis Volume


Indikator berjenis volume juga membantu untuk melihat volume trading pada setiap bar candlestick. Tetapi perlu diperhatikan, indikator ini hanya efektif pada centralized market seperti Stock market, sedangkan pada market Forex indikator ini sangat tidak efektif karena Forex market adalah decentralized market, sehingga volume yang terbaca adalah hanya tick volume dari broker dan setiap broker pasti berbeda volume nya. Volume broker kecil tentu beda dengan volume yang ditampilkan pada broker besar seperti OANDA, FXCM dll.Yang termasuk dalam indikator volume adalah: On Balance Volume, Accumulation/Distribution, Volume, dan Money Flow Index. Penggunaan indikator volume juga terbilang tidak sulit, dan volume sering digunakan untuk mengonfirmasi pola-pola candlestick dan chart pattern, jika muncul pola bullish disertai dengan peningkatan volume hal ini merupakan konfirmasi untuk buy dan juga kebalikannya untuk sell.


On Balance Volume

Accumulation/Distribution

Money Flow Index

Volume

Indikator volume dengan Moving Average

0 Response to "Indikator Yang Paling Umum Digunakan Dalam Analisa Teknikal"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel