Indikator Average Directional Movement Index (ADX)

Indikator ADX atau Average Directional Movement Index  adalah indikator teknikal yang membantu untuk menentukan kekuatan trend dalam sebuah market.

Indikator ini dikembangkan oleh Welles Wilder seperti yang dijelaskan dalam bukunya "New Concepts in Technical Trading Systems."

ADX ditentukan oleh perbandingan antara +DI dan -DI. Periode default yang digunakan adalah 14. Jika ADX bernilai rendah, maka trend sedang melemah, dan market bergerak sideways. Jika ADX bernilai tinggi, maka trend cukup kuat dan kemungkinan akan segera berakhir. Tidak ada acuan untuk menentukan ADX rendah dan tinggi, tapi yang umum digunakan oleh trader adalah 25-30. Artinya jika ADX < 25 market sedang tidak trending, dan ADX>25 market sedang trending.

Komponen lain dari indikator ADX adalah +DI dan -DI. W. Wilder merekomendasikan untuk mencari posisi buy ketika +DI berada di atas -DI dan mencari posisi sell ketika -DI berada di atas +DI.

Tetapi dengan rule +DI dan -DI tersebut tentunya akan banyak false signal, karena +DI dan -DI dibuat berdasarkan Moving Average. Untuk mengurangi false signal tersebut, Welles Wilder menambahkan aturan "a rule of points of extremum." Point of extremum adalah ketika +DI dan -DI saling crossing.

Jika +DI cross lebih tinggi daripada -DI, maka titik cross tersebut adalah harga maksimum pada candlestick tepat pada crossing tersebut. Jika -DI crossing lebih tinggi daripada +DI maka titik cross tersebut menjadi harga minimum pada candlestick.

Point of extremum digunakan sebagai entry level, jadi ketika terjadi sinyal buy maupun sell, maka trader harus menunggu sampai harga breakout harga tertinggi maupun terendah pada point of extremum. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, terlihat -DI (garis merah) mulai cross ke atas garis +DI (garis hijau). Titik crossing adalah point of extremum yang digunakan sebagai titik entry. Entry sell stop diletakan pada low candlestick tepat pada saat -DI cross ke atas +DI. dengan SL pada swing terakhir. Ketika ADX (garis biru) sudah tinggi (pada gambar tersebut berada di level 68), tandanya trend sudah sangat kuat, dan reversal mungkin segera terjadi. Exit market ditandai pada kotak ketika ADX sudah cukup tinggi, dan ada pola-pola reversal candlestick seperti candle bearish body pendek, doji candlestick, dan bullish pin bar candlestick.

Berikut ini adalah level ADX yg umum digunakan
 Gambar di atas ketika ADX dikombinasikan dengan CCI periode 14. Terlihat ADX (garis biru) mulai melewati level 25, CCI sudah memasuki overbought. Dan price action dari pola candlestick adanya candle bearish kangaroo tail, dan juga banyaknya candle dengan body yang pendek menandakan di sekitar area tersebut ada resistace yang kuat, SELL STOP bisa diletakan di point of extremum tepat pada -DI crossing ke atas +DI dan exit ketika ada candlestick yang menunjukkan pola-pola reversal.

ADX yang rendah biasanya market dalam fase akumulasi atau distribusi, market bergerak dalam kondisi ranging.sideways. ADX yang tinggi adalah clue bahwa trend akan segera berakhir. Karena ADX termasuk lagging indikator, anda harus menggunakan indikator ini dengan konfirmasi dari price action seperti pola-pola candlestick dan indikator lainnya.

0 Response to "Indikator Average Directional Movement Index (ADX)"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel