Indikator Accelerator/Decelerator Oscillator (AC)

Acceleration/Deceleration adalah indikator yang mengukur percepatan (akselerasi) dan perlambatan (deselerasi) pada daya penggerak yang sedang terjadi. Indikator ini akan mengubah arah sebelum perubahan apapun dalam daya penggerak, yang mana indikator ini akan berubah arah sebelum arah pergerakan harga berubah. Jika anda menyadari indikator AC memberikan sinyal lebih awal untuk entry.

Garis 0 adalah titik di mana driving force seimbang dengan akselerasi. Jika acceleration/deceleration lebih tinggi dari garis 0, maka harga akan bergerak ke atas, dan jika berada di bawah garis 0, maka harga kemungkinan akan bergerak ke bawah.

Sinyal beli dan sinyal jual adalah dari perubahan warna pada bar indikator Accelerator/Decelerator, bukan ketika melintasi garis 0. Ketika bar berwarna merah anda tidak boleh buy dan ketika bar berwarna hijau anda tidak boleh sell.

Jika anda ingin masuk pasar sesuai arah trend dan indikator AC berada di atas garis 0, maka anda butuh 2 bar berwarna hijau untuk buy dan ketika berada di bawah garis 0, anda butuh 2 bar berwarna merah untuk melakukan sell.
Gambar di atas adalah contoh analisa pada pair GBP/USD, terlihat trend sebelumnya adalah downtrend dan kemudian membentuk pola chart pattern descending triangle. Pola descending triangle seharusnya adalah pola bearish continuation, tapi ternyata terjadi fake-out atau false break down dan harga bergerak semakin tinggi. Jika anda amati, pada saat breakout, ada candle doji, candle bullish engulfing, dan bullish harami seperti yang ditandai pada gambar yang semuanya merupakan pola candlestick bullish. Lalu anda entry pada saat 2 bar AC berwarna hijau tepat pada opening candlestick berikutnya agar 2 bar hijau tadi confirm dan tidak repaint. Untuk stoploss di letakan di support terdekat, dan untuk take-profitnya dengan mengukur tinggi segitiga dan memproyeksikannya pada candlestick tempat terjadinya breakout. Pada contoh trade di atas, SL nya adalah 64 pips, dan TP nya adalah 133 pips berarti risk/rewardnya sekitar 1:2.


Ketika anda masuk market sesuai arah trend tetapi indikator AC berada di atas garis 0 pada saat downtrend, maka anda butuh 3 bar berwarna merah untuk melakukan sell. Dan ketika trend nya adalah up trend tetapi indikator AC berada di bawah garis 0, anda butuh 3 bar berwarna hijau untuk melakukan buy.

Perlu diketahui, anda tidak bisa menggunakan indikator ini sendirian tanpa adanya analisa lain seperti analisa trend, struktur market, chart pattern, dan pola candlestick.

0 Response to "Indikator Accelerator/Decelerator Oscillator (AC)"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel