Gold, Gold dan Gold, Ada Apa Dengan Emas Bulan Juni 2019?

Di grup Facebook akhir-akhir ini ramai sekali yang membicarakan emas, terkait dengan harga emas yang terus mengalami kenaikan dari awal bulan Juni, banyak juga yang panen profit dan tidak sedikit pula yang terkena floating minus akibat badai kenaikan emas.

Bulan ini emas mengalami kenaikan yang sangat signifikasn, yaitu naik sekitar 120 USD dari awal bulan Juni 2019 dan merupakan kenaikan tertinggi dalam hampir enam tahun pada perdagangan Jumat, didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di AS.

Analis ANZ, Daniel Hynes mengatakan karena ada sentimen nada dovish dari The Fed dan para investor yang memborong emas untuk melakukan safe havens membuat harga emas mengalami kenaikan dan diprediksi masih bertahan di atas level $1400 per troy ounce.

Ketika suku bunga Dollar AS diturunkan oleh The Fed, hal ini akan memicu pelemahan dollar AS dan mendorong investor untuk membeli emas ketika pelemahan tersebut terjadi - Analis David Lennox, Fat Prophets.

Penguatan emas juga dipicu oleh ditembak jatuhnya drone milliter AS oleh Iran yang dinilai Washington sebagai tindakan agresi. Menurut Economictimes, Senin (24 Juni 2019), harga emas diprediksi menguat selama beberapa hari ke depan karena Presiden AS Donald Trump berencana akan menemui Presiden China Xi Jinping untuk membahas masalah perdagangan pada pertemuan G-20.

Di atas adalah berita seputar emas yang penulis coba ambil dari beberapa sumber di internet, lalu bagaimana pandangan penulis dari segi analisa teknikal. Yuk langsung saja ke chart emas di bawah ini.

Dari segi analisa teknikal terlihat jelas sinyal beli emas yang pertama adalah pada saat AO melintasi garis 0 dan terdapat pola candlestick Three White Soldier yang mendukung untuk melakukan buy. Lalu pada tanggal 14 - 16 Juni, Awesome Oscillator membentuk pola Saucer yang merupakan sinyal trend continuation, didukung juga dengan beberapa candlestick yang hampir tidak ada lower shadownya atau lower shadownya sangat pendek. Lalu pada hari ini tanggal 25 Juni 2019, saya membeli emas karena melihat candlestick sebelumnya berbentuk seperti marubozu, lower shadownya kalau dilihat sebenarnya ada tetapi sangat pendek sekali. Sedangkan dari MA sendiri membentuk slope di antara 30-45 derajat dan harga sedang berada di atas MA.

Di Social Media banyak yang terkena badai floating emas, dikarenakan rata-rata mereka melakukan sell di harga 1350-1400an karena mengira harga tersebut sudah cukup tinggi dan mereka mengharapkan adanya penurunan. Sebenarnya mereka tidak salah. Tetapi yang salahnya adalah tidak menggunakan stop loss dan membiarkan floating tersebut semakin bertambah besar. Mau menjadi contrarian trader maupun trend following trader sama-sama benar, counter trend pun tidak ada salahnya, karena namanya juga analisa, prediksi, jadi seorang contrarian trader menganalisa di mana titik support resistance, supply demand, dll untuk mencari titik pembalikan harga. Dan trend following trader pun juga bisa menjadi contrarian trader dengan harapan dapat menagkap trend lebih awal lalu menambah posisinya ketika terjadi pola-pola trend continuation.

Sekali lagi, SL itu wajib. Bisnis apa yang bisa anda batasi kerugiannya? Apakah bisnis jual beli mobil bisa anda batasi kerugiannya kalau suatu saat toko anda tiba-tiba terkena bencana? Hanya di bisnis forex, index, komoditi, dan trading instrumen lainnya kerugian bisa dibatasi dengan stop loss order dan membatasi volume trading anda. Hal ini merupakan bagian dari money management rule. Trader dapat menerapkan maksimum risk 2% per trader sampai 5% per trade. Kalau lebih dari itu, maka sudah termasuk high risk. Dengan risk 2% kalau anda loss 1 transaksi, anda hanya loss 2% dari modal. Dan anda perlu loss 50 kali berturut-turut untuk menghabiskan seluruh modal anda. Saya rasa tidak mungkin tradingnya bisa sampai 50x loss berturut-turut, gak mungkin sama sekali, kecuali memang sengaja anda loss kan, namanya trading kan mencari untung.

Berikut ini adalah contoh transaksi di logam mulia emas yang transaksinya tanpa stop loss order.
Chart tersebut merupakan SS salah seorang trader yang saya ambil acak dari grup Facebook. Dia menunjukkan MT4 nya bahwa akun tersebut adalah akun real. Chart yang ditunjukkan adalah time frame Monthly dan dia entry sell gold di sekitar harga $1405. Berapa lot yang masuk tidak kelihatan karena tertutup dan yang jelas posisi dia sekarang sedang minus sekitar 300 pips (3000 point). Jika masuk dengan lot 0.01 maka floating minusnya sebesar -30 USD (0.01 lot = $0.1 per pip). Jika modal awal dalah $100, saat itu sedang mengalamii drawdown 30% dari modal. Seandainya dengan memasang SL dengan batas kerugian 5% dari modal, maka loss hanya 5% dari modal, dan jika cutloss tanpa SL tersebut, malah rugi 30% dari modal. Memang suatu saat harga emas dapat turun lagi dan ia dapat menutup posisinya dalam keadaan balik modal (BEP) atau bahkan malah profit. Tetapi kapan? Tidak ada yang tahu! Tidak ada yang tahu kapan market akan balik kehara tersebut dan kapan terjadinya. Itulah sebabnya ada stop loss order yang membatasi kerugian tidak semakin membesar.

Gambar di atas adalah salah satu trader yang menderita kerugian yang besar. Salahnya di mana? Salah karena melawan trend? Tidak, tetapi karena tidak pakai stop loss, dan malah terus menambah posisi yang jelas-jelas sudah salah arah. Posisi sell pertama di harga 1344 ketika harga naik, ia mengalami floating minus dan menambah posisi sell di antara 1389-1411 dengan harapan posisi sell nya kali ini dapat menutup kerugian dari posisi sell pertama yang masih minus. Tapi kenyataannya apa? Gold malah makin bergerak naik ke atas mencapai $1435 saat artikel ini ditulis, dan kerugian yang iya alami makin besar karena total posisinya di gold adalah 0.03 lot. Dengan membatasi kerugian lebih awal dan melakukan switching buy jika anda analisa yang mendukung, seharusnya kerugian nya tidak akan mencapai sebesar itu.

Mau entry melawan trend, entry sesuai trend tidak ada yang salah, tapi anda harus punya dasar setidaknya ada analisa teknikal nya maupun fundamentalnya kenapa anda harus entry melawan trend ataupun sesuai arah trend. Jadi anda tidak asal entry tanpa ada analisa yang jelas atau hanya ikut-kutan orang di Facebook. Si A bilang: "Sell emas sekarang, sudah tinggi, dan sudah waktunya turun", Si B bilang: "Emas udh waktunya sell, sudah ketinggian", Si C bilang: Emas ada di daerah resistance, bisa sell sekarang" dll. Lalu anda cuma ikut-ikutan sama si A, B, C tersebut lalu ikut-ikutan entry sell di emas, dan parahnya lagi anda tidak pakai stop loss dan tidak membatasi volume trading anda. Makin parah lagi jika ada yang bilang gini: "Sell emas, kalau makin naik di marti aja (lot nya dilipat gandakan pada entry sell selanjutnya)" Martingale itu sistem betting main judi, forex ini trading, bukan main judi, kalau sudah pake martingale berarti anda benar-benar tidak punya money management. Anggap forex trading ini sebagai bisnis real, bisnis yang harus benar-benar anda tekuni, terapkan mindset yang baik, analisa sebaik mungkin dengan sistem trading yang anda miliki, dan terakhir gunakan money management yaitu membatasi resiko kerugian.

0 Response to "Gold, Gold dan Gold, Ada Apa Dengan Emas Bulan Juni 2019?"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel