Cara Trading Dengan Pola Symmetrical Triangle

Halo semuanya kali ini blog traeducation membuat sebuah artikel dengan topik cara trading dengan pola segitiga simetris atau symmetrical triangle. Pola symmetrical triangle adalah salah satu dari 3 jenis pola triangle. Pola symetrical triangle menandakan pelanjutan trend. Tetapi arahnya adalah netral sehingga kita harus melihat apa trend sebelumnya, ketika trend sebelumnya adalah downtrend maka pola segitiga simetris menandakan pelanjutan downtrend, dan ketika trend sebelumnya adalah uptrend pola ini menandakan uptrend tersebut kemungkinan masih akan berlanjut.

Contoh pola symmetrical triangle pada sebuah downtrend
Grafik di atas adalah grafik pair AUDUSD pada timeframe 1 jam, terlihat terbentuk pola symmetrical triangle, dengan low yang semakin tinggi (higher low) dan high yang semakin rendah (lower high). Di dalam segitiga tersebut terlihat juga price action bergerak sideways atau ranging berarti di daerah tersebut buyer dan seller sama-sama kuat dan belum terlihat pihak mana yg mendominasi. Bila breakout ke bawah, maka downtrend kemungkinan besar masih berlanjut.

Contoh pola symmetrical triangle pada sebuah uptrend
Terlihat pair USDJPY mengalami uptrend selama beberapa bulan dan Mei sampai September harga mengalami konsolidasi dan membentuk pola symmetrical triangle. Apabila breakout ke atas, maka uptrend kemungkinan akan berlanjut.

Strategi Trading dengan Pola Symmetrical Triangle

Pertama identifikasi swing low dan swing high. Hubungkan garis trend minimal mengenai 2 titik swing dan pastikan untuk memanjangkan garis hingga saling menyatu dengan garis trend lainnya.
 Kedua, cek apa trend sebelumnya. Apabila trend sebelumnya adalah uptrend, maka kita akan entry ketika harga bergerak break garis atas segitiga simetris. Anda langsung dapat entry buy pada intial breakout atau menunggu harga turun kembali untuk melakukan re-test baru anda entry buy. Re-test support bisa disebut last-kiss karena setelah breakout, harga turun kembali untuk menguji level resistance (yg kini menjadi support) yang telah di breakout sebelumnya.

Waktu terbaik untuk entry adalah pada intial breakout, ketika candlestick closing di atas garis trend dan makin valid lagi jika didukung dengan oscillator dan pola bullish candlestick seperti marubozu, engulfing, pin bar, dll.

Sekarang untuk takeprofit pertama, anda ukur tinggi segitiga dan proyeksikan pada breakout tadi. Ini adalah TP 1, dan untuk TP 2 dan TP 3 anda tinggal kalikan saja tinggi segitiganya tadi atau bisa copy garis nya.
Pasang stop loss di swing low terakhir, sebaiknya berikan sedikit jarak (biasanya untuk mencegah terjadinya spike out, dimana harga bergerak menuju SL dan kemudian berbalik arah sesuai dengan prediksi sebelumnya).




Sekarang bagaimana ketika harga sedang downtrend? Anda cukup melakukan kebalikannya seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar di atas menujukkan pasangan mata uang EURGBP sedang down trend dan terjadi pullback dan membentuk pola symmetrical triangle. Ternyata breakout bagian bawah garis trendline, sehingga kemungkinan down trend masih berlanjut. Untuk target profit 1, adalah tinggi segitiga (jarak antara garis bawah dan garis trendline atas. Untuk TP 2 dan TP 3 anda kalikan saja jarak tinggi segitiganya. TP 2 berarti 2x tinggi segitiga, dan TP 3 berarti 3x tinggi segitiga. Tapi bagi saya TP 1 pun sudah cukup jika menggunakan timeframe tinggi seperti H4 dan Daily chart.

Biar lebih paham lagi, berikut adalah contoh lainnya.
Chart di atas adalah pergerakan Crude Oil WTI pada time frame 1 jam menunjukkan trend nya adalah down trend (ditandai dengan lower low dan lower high). Lalu harga pullback dan membentuk pola symmetrical triangle. Sekarang anda harus menggambar garis trend minimal mengenai 2 titik swing high dan swing low seperti pada gambar di atas. Sekarang mari kita zoom untuk melihat lebih dekat.

Take profitnya adalah tinggi segitiga, seperti yang ditunjukkan pada label di atas, jika harga breakout ke atas, maka TP 1 adalah di 55.75 dan jika breakdown, TP 1 berada di 49.29. Pada chart tersebut saya juga menggambar garis fibonacci dari swing high ke swing low untuk melihat level-level retracementnya. Terlihat harga sekarang berada di area 50% leve fibonacci. Sell trade dilakukan karena oscillator (dalam hal ini Momentum) sudah crossing di bawah 100. Dan sebuah entry sell tambahan berupa sell stop (pending order di letakan di level fibonacci 23.6 dengan TP 1 juga di 49.29.

 Mari zoom lebih dekat lagi untuk mengamati pola-pola candlesticknya. Pada gambar di atas terlihat candlestick bearish dengan wick yang panjang menandakan buyer sempat mendorong harga naik ke atas tapi tidak mampu untuk menembus high sebelumnya dan seller kembali mendorong harga turun ke bawah hingga closing di range candlestick sebelumnya. Kemudian harga bergerak dalam range sempit dan muncul beberapa candle doji yang berarti buyer dan seller sama-sama kuat, hingga akhirnya harga mulai bergerak ke bawah ditandai dengan candlestick bearish opening marubozu entry sell juga didukung dengan oscillator momentum yang berada di bawah garis 100.

Agar strategi ini sukses, anda harus mampu mengidentifikasi trend, dan menentukan yang mana swing low dan swing highnya, dan juga untuk menggambar garis trendline, anda harus menghubungkan minimal 2 titik swing. Selain itu juga anda harus memerlukan konfirmasi lain seperti dari bentuk-bentuk candlestick ketika berada di garis trendline, dan juga melihat apakah indikator juga memberikan konfirmasi yang mendukung anda untuk melakukan entry.

Demikian lah artikel cara trading pola symmetrical triangle. Apabila ada hal yang kurang jelas bisa memberikan komentar. Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi semata, penulis tidak menyarankan rekomendasi finansial apapun dan apabila anda trading tanpa money management yang benar, anda dapat kehilangan seluruh profit dan modal anda.

0 Response to "Cara Trading Dengan Pola Symmetrical Triangle"

Post a Comment

Disclaimer: Sebagian besar artikel trading merupakan pendapat pribadi penulis, walaupun penulis mencantumkan sumber artikel, harap gunakan akun demo terlebih dahulu untuk mencoba strategi trading.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel